5 Kebudayaan Kuno di Amerika Serikat, Warisan Penduduk Asli!

Estimated read time 6 min read

Pasti udah banyak yang tahu bahwa Amerika Serikat dulunya adalah tanah penduduk asli Indian, bukan? Memang benar bahwa fasilitas massa sensasional, film-film barat, dan pop culture membawa dampak rutinitas penduduk Indian Amerika selanjutnya lumayan populer di dunia. Misalnya lewat topi khas Indian atau style rambut mohawk.

Singkat kata, sebutan Indian”untuk penduduk asli Amerika tidak cukup tepat dan sering kadang lumayan menyinggung bagi lebih dari satu kalangan, dikarenakan Indian adalah lontaran Christopher Colombus yang mulanya mengira bahwa dunia baru yang ia temukan adalah negeri India di Asia Selatan.

Rupanya, penduduk asli Amerika yang terbagi lebih berasal dari 500 suku itu sukses membangun banyak kebudayaan dan apalagi peradaban, jauh sebelum akan kehadiran bangsa Eropa.

Sayangnya, mayoritas peninggalannya selanjutnya tinggal kenangan. Sehingga tidak begitu dikenal oleh penduduk mayoritas. Mari kita simak peninggalan warga asli Amerika tersebut, khususnya didalam bentuk budaya.

1. Kebudayaan Fremont

Dimulai terhadap th. 300 M dan barangkali lenyap terhadap kurang lebih th. 1300, kebudayaan Fremont punyai peninggalan yang kini berlokasi di dekat Sungai Fremont di negara bagian Utah. Penduduk di sana dipercaya sebagai nenek moyang lebih dari satu suku asli yang tetap ada, kalau Ute, Hopi, dan Zuni. Masyarakat Fremont diketahui tinggal di gua alami atau rumah pit house yang bersifat lingkaran.

Komunitas kuno di sana dipercaya memenuhi kebutuhan hidup bersama berburu agen sbobet dan juga bercocok tanam jagung, kacang-kacangan, labu, dan beri. Beberapa artefak yang ditemukan menunjukan ciri khas kebudayaan tersebut, yaitu keranjang yang dibikin bersama lilitan tali alami berasal dari tumbuh-tumbuhan endemik yang ada di kurang lebih Utah.

Namun, warisan budaya Fremont yang paling dikenal adalah petroglif (ukiran terhadap batu) dan piktograf (lukisan di batu), yang melukiskan bentuk manusia, hewan, antropomorfisme, dan simbol-simbol lainnya. Ragam seni yang tidak biasa ditemukan di Amerika Serikat ini barangkali punyai arti keagamaan, lokasi sumber daya alam, moment migrasi, atau apalagi informasi astronomi.

Baca juga:

Sejarah Dan Asal Usul Nama Pulau Sumatera

5 Budaya di Thailand yang Wajib Diperhatikan Wisatawan

2. Kebudayaan Mogollon

Kebudayaan Mogollon berkonsentrasi di kawasan barat daya Amerika Serikat, tepatnya di dekat Pegunungan Mogollon di negara bagian New Mexico dan Arizona. Muncul sejak kurang lebih th. 200 M, kebudayaan ini dibagi jadi setidaknya lima periode utama.

Orang Mogollon kuno jalankan kegiatan berburu, menghimpun makanan, dan bercocok tanam (utamanya jagung) sejak periode pertama. Arsitektur Mogollon terhadap mulanya adalah rumah wattle-and-daub yang lantas berkembang jadi rumah bertingkat yang terbuat berasal dari bata jemuran (adobe) terhadap periode terakhir. Selain itu, struktur lain yang khas berasal dari kebudayaan ini yaitu kiva, semacam daerah ritual keagamaan. Penduduk Mogollon juga udah mengenal teknik pembuatan gerabah yang makin lama superior bersamaan perubahan abad.

Kebudayaan ini musnah terhadap abad ke-15 sebagai akibat berasal dari perpindahan penduduk atau peleburan bersama komunitas lainnya. Karya arsitektur Mogollon mangkrak dan lebih dari satu diantaranya tetap mampu dicermati hingga detik ini, kalau reruntuhan ‘rumah besar’ Kinishba di Arizona.

3. Kebudayaan Hohokam

Kebudayaan Hohokam, yang dimulai terhadap th. 200 M, menguasai lokasi di kurang lebih Sungai Gila dan Sungai Salt di Arizona. Kata “Hohokam” didalam bahasa Pima (suku asli Arizona Selatan) bermakna ‘mereka yang udah hilang’. Pada suatu waktu, suku Salado, cabang berasal dari suku besar Pueblo, masuk secara damai dan ikut dan juga didalam pertumbuhan kebudayaan ini.

Penduduk kuno Hohokam menetap di rumah-rumah berukuran raksasa berasal dari segala bahan alami yang mampu ditemukan, yaitu batu, kayu, dan tanah liat. Mereka juga jalankan kegiatan bercocok tanam kapas, kacang, jagung, dan labu didalam skala besar. Kegiatan pertanian Hohokam benar-benar terbantu berkat pengetahuan mereka didalam bidang irigasi dan pembuatan kanal yang diperkirakan dulu meraih panjang 240 km.

Hohokam kehilangan penduduk terasa abad ke-14 atau abad ke-15 dikarenakan lebih dari satu alasan yang mungkin, layaknya kekeringan hebat (Great Drought sejak th. 1276) atau hujan besar yang tidak mampu diprediksi. Beberapa rumah peninggalan Hohokam, yang keliru satunya yaitu Casa Grande Arizona, sukses bertahan berasal dari segala bencana alam kritis yang dulu dulu melanda di sana.

4. Kebudayaan Anasazi

Diperkirakan terasa sejak th. 100 M, Kebudayaan Leluhur Pueblo (Anasazi) dipastikan dulu mencakup lokasi modern Arizona, New Mexico, Utah, dan Colorado. Yang lumayan menyedihkan, nama “Anasazi” sebetulnya punyai arti ‘leluhur para musuh’ didalam bahasa Navajo, dikarenakan bangsa Pueblo dulu dikenal tidak cukup ramah dan sering berseteru bersama suku-suku tetangganya. Bangsa Pueblo Kuno yang memelopori kebudayaan ini tetap punyai lebih dari satu keturunan yang selamat, layaknya suku Acoma, Laguna, Zuni, dan Hopi.

Kehidupan penduduk Anasazi mengalami perubahan secara bertahap, kalau didalam hal memenuhi kebutuhan hidup, yang mulanya hanya berburu jadi lihai didalam hal bercocok tanam berkat pengetahuan membangun bendungan dan waduk untuk menahan erosi atau meningkatkan kelembaban lahan. Lokasi daerah tinggal penduduk Anasazi juga mengalami perubahan yang mulanya gua atau rumah individu semi-bawah tanah, jadi rumah besar di atas tanah yang sering kadang punyai lebih berasal dari 100 ruangan. Pada suatu titik, penduduk di sana terasa membangun desa-desa di tebing bukit atau gunung (cliff dwelling), yang keliru satunya tetap utuh dan jadi destinasi terunik di Taman Nasional Mesa Verde, Colorado.

Masyarakat leluhur Pueblo meninggalkan daerah domisilinya terhadap kurang lebih th. 1300 dikarenakan kekeringan hebat, meningkatnya pertengkaran bersama lebih dari satu suku tetangga (leluhur Navajo dan Apache), dan lantas ancaman kolonialisme Spanyol. Kendati demikian, unsur budaya kuno Pueblo tidak lenyap dan tetap dilestarikan hingga sekarang oleh para keturunannya didalam bidang agama, seni, bahasa, dan metode bercocok tanam.

5. Kebudayaan Mississippi

Kebudayaan atau peradaban Mississippi mampu dikatakan sebagai warisan penduduk asli Amerika yang paling berjaya selama sejarah. Diperkirakan ada sejak th. 700 M, kebudayaan ini kini mencakup seluruh lokasi tenggara Amerika Serikat, kalau negara bagian Mississippi, Alabama, Georgia, Arkansas, Kentucky, dan Missouri. Kebudayaan Mississippi diketahui mengayomi banyak kota atau pedesaan besar yang dipimpin secara teokrasi oleh kepala suku sekaligus ‘pendeta’.

Karakteristik arsitektur kebudayaan ini adalah rumah-rumah dan daerah pemakaman penduduk yang dibangun di atas gundukan tanah yang tinggi dan berada di didalam suatu kompleks luas. Rumah kepala suku dan kuil punyai gundukan yang lebih tinggi dikarenakan komunitas Mississippi benar-benar mengkaji hirarki sosial.

Di sisi lain, pemerintah desa memerintahkan pembentukan banyak serikat perajin dan seniman, yang membuahkan karya seni penduduk asli paling beraneka ragam dibandingkan kebudayaan lainnya terhadap selagi itu. Dengan memakai tanah liat, cangkang kerang, kayu, dan tembaga, para perajin di sana mampu memproduksi karya bersifat patung dan gerabah bersama bentuk manusia atau hewan, perhiasan, topeng, senjata ritual, dan lain sebagainya.

Yang disayangkan, peradaban terbesar di Amerika Serikat ini mengalami penurunan semenjak kehadiran bangsa Eropa (abad ke-16) yang mempunyai penyakit menular dan rutinitas asing yang membawa dampak penduduk asli Mississippi terpaksa meninggalkan budaya mereka dan hidup di bawah payung kolonialisme. Namun, terkandung satu sub-budaya Mississippi yang diketahui tetap bertahan berasal dari dampak orang Eropa, yaitu suku Natchez.

You May Also Like

More From Author