Alexander Fleming, Ilmuwan yang “Kebetulan” Menemukan Penisilin

Estimated read time 5 min read

Benarkah Alexander Fleming tidak sengaja mendapatkan penisilin? Cari menyadari kisah hidup dan pencapaiannya di artikel ini!

Apakah sahabat Zenius dulu meminum obat antibiotik? Obat ini biasa digunakan untuk mengobati beraneka penyakit dan infeksi bakteri. Salah satu senyawa yang digunakan di dalam antibiotik adalah penisilin.

Tapi, apa lo menyadari jika perkembangan penisilin itu bermula dari sebuah kebetulan?

Penisilin pertama kali ditemukan secara kebetulan selagi cawan mikroskop milik Alexander Fleming dipenuhi oleh jamur. Apa lo menyadari siapa dia? Kalau lo belum tahu, yuk, baca artikel ini!
Awal Kehidupan dan Karier Alexander Fleming
Alexander Fleming lahir di Peternakan Lochfield dekat Darvel, Ayrshire, Skotlandia pada tanggal 6 Agustus 1881. Orang tuanya adalah Hugh Fleming dan Grace Stirling Morton. Ia punya tiga saudara kandung, dan tiga saudara tiri dari pernikahan pertama ayahnya..

Sejak kecil, Alexander Fleming sudah memperlihatkan kecerdasannya. Setelah lulus dari Loudoun Moor School dan Darvel School, ia meraih beasiswa untuk melanjutkan studinya di Kilmarnock Academy selama dua tahun. Setelah lulus dari akademi tersebut, ia berkuliah di Royal Polytechnic Institution (sekarang Universitas Westminster) di London.

Setelah lulus, Fleming lantas bekerja di perusahaan perkapalan selama empat tahun. Sampai suatu hari, pamannya meninggal dan meninggalkan slot gacor warisan yang jumlahnya cukup banyak.

Salah satu kakaknya, Tom, sudah lebih dulu menjadi dokter. Ia merekomendasikan Fleming untuk bersekolah lagi sehingga menjadi dokter juga.

“Mau hingga kapan anda kerja di perkapalan? Mending kuliah lagi aja, menjadi dokter, uangnya banyak.”

Kira-kira gitu deh, kata Tom kepada Fleming selagi itu.

Atas anjuran kakaknya tersebut, Fleming melanjutkan sekolah ke St Mary’s Hospital Medical School, London University di tahun 1903. Tiga tahun setelahnya, ia terima gelar Bachelor of Medicine and Bachelor of Surgery (MBBS).

Hmmm … lebih singkat dari jaman kuliah kedokteran selagi ini, ya?

Selain berkuliah kedokteran, Fleming termasuk join dengan tim riset kampusnya, lho. Di sana, ia menjadi asisten untuk Sir Almroth Wright, ahli bakteriologi yang menjadi pionir vaksin dan imunologi. Di tahun 1908, ia meraih gelar Bachelor of Science dari kampusnya.

Wah, ternyata Fleming sudah ambis before it was cool.

Penemuan Penisilin
“Saya tidak menciptakan penisilin. Alam yang menciptakannya. Saya hanya menemukannya secara tidak sengaja” – Alexander Fleming
Di awal kariernya, Fleming tertarik banget nih, sama kultur bakteri dan zat antibakteri. Masalahnya, Fleming dikenal rekan-rekannya sebagai peneliti yang tidak rapi. Ia kerap mendapatkan bakteri yang tidak terduga selagi lakukan penelitian. Hmmm … beda banget ya,s ama image-nya sebagai dokter dan peneliti.

Sifatnya yang tidak rapi ini jadi membuatnya sukses, lho. Seperti pada tahun 1921, Fleming mendapatkan bakteri lisozim disaat tidak benar satu piring sehingga memuat bakteri miliknya terkontaminasi udara.

Di tahun 1928 Fleming mulai meneliti virus influenza yang menjadi penyebab pandemi flu Spanyol. Dalam penelitiannya itu, Fleming membiakan bakteri stafilokokus di dalam kultur murni, selanjutnya meninggalkannya di laboratorium untuk liburan keluarga.

Sepulang staycation bareng keluarganya, Fleming mendapatkan tidak benar satu kulturnya terkontaminasi jamur. Menariknya, jamur selanjutnya membunuh koloni stafilokokus yang berada di sekitarnya.

“Wah, menarik nih!” kata Fleming disaat melihat fenomena ini.

Fleming mengidentifikasi jamur sebagai bagian dari genus Penicillium. Setelahnya, ia menumbuhkan jamur selanjutnya di dalam kultur murni. Voila! Ternyata kultur itu punya kandungan zat antibakteri.

Fleming coba mencari menyadari apa saja pengaruh dari antibakteri ini. Ternyata, antibakteri yang ditemukannya ini memengaruhi beraneka bakteri yang memicu demam berdarah, pneumonia, meningitis dan difteri.

“Antibakteri ini akan aku beri nama … Penisilin!”

Nah, jika saja Alexander Fleming tidak pergi liburan, kita belum tentu akan mengenal penisilin dan beraneka penyakit akan susah disembuhkan.

Kesuksesan Penisilin dan Penghargaan Nobel
alexander flemingsumber: The Incidental Economist
Pada awalnya, Alexander Fleming kesulitan memproduksi penisilin di dalam jumlah yang banyak. Dia termasuk tidak percaya bahwa penisilin akan tinggal di tubuh manusia cukup lama untuk mengobati penyakit. Pada tahun 1940, sesudah gagal mendapatkan ahli kimia yang akan membantunya, dia menentukan untuk menghentikan penelitiannya perihal penisilin.

Tidak lama kemudian, Howard Florey (apoteker) dan Ernst Boris Chain (ahli biokimia) melanjutkan penelitian Fleming di Amerika Serikat. Fleming selanjutnya ikut join disaat dia mendengar perkembangan penelitian mereka. Pada tahun 1945, mereka berhasil menyempurnakan antibiotik yang dapat bekerja dengan efektif. Hasil penelitian mereka ini lantas diproduksi secara massal dengan dana dari pemerintah Amerika Serikat dan Inggris.

Atas keberhasilannya mendapatkan penisilin dan manfaatnya untuk dunia medis, Fleming, Florey dan Chain terima Penghargaan Nobel untuk fisiologi dan kedokteran tahun 1945.

Selain Penghargaan Nobel, Fleming termasuk meraih penghargaan dari beraneka negara:

Jabatan Profesor Hunterian oleh Royal College of Surgeons of England;
Knight Bachelor oleh Raja George VI dari Inggris;
Medal of Merit dari Presiden Amerika Serikat;
100 Orang Paling Berpengaruh di Abad ke-20 oleh Times;
100 Orang Inggris Terhebat berdasarkan polling nasional BBC.
Akhir Kehidupan Alexander Fleming
Sepanjang hidupnya, Alexander Fleming menikah sebanyak dua kali. Ia menikahi istri pertamanya, Sarah Marion McElroy di tahun 1915.

Empat tahun sesudah McElroy meninggal, Fleming menikahi koleganya Dr. Amalia Koutsouri-Voureka di tahun 1953.

Sebagai ilmuwan, Fleming join dan lebih-lebih menjadi bagian kehormatan beraneka perkumpulan pengetahuan pengetahuan. Ia termasuk menjabat sebagai rektor Universitas Edinburgh dari tahun 1951 hingga tahun 1954. Dia termasuk dianugerahi gelar doktor, honoris causa, gelar lainnya dari hampir tiga puluh universitas di Eropa dan Amerika Serikat.

Pada 11 Maret 1955, Alexander Fleming menderita penyakit yang dianggapnya sebagai gangguan lambung selama beberapa minggu. Ketika istrinya menelepon dokter keluarga mereka perihal gejala mualnya yang berlangsung terus menerus 11 Maret, dia meyakinkan mereka bahwa kunjungan dokter selanjutnya tidak diperlukan. Namun, di dalam beberapa menit, ia meninggal dunia akibat serangan jantung. Jenazahnya dikremasi dan ditaruh di Katedral St Paul.

Berpuluh tahun sesudah Fleming meninggal, penisilin masih menjadi antibiotik no satu. Penemuannya menjadi warisan yang sudah menopang mengobati jutaan orang di dunia.

You May Also Like

More From Author