Asal-usul Nama Medan, Berasal dari Tanah Lapang yang Luas

Estimated read time 4 min read

Kota Medan merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah DKI Jakarta dan Surabaya. Ini artinya, Medan menjadi kota terbesar di luar pulau Jawa. Berbatasan dengan Selat Malaka, Medan menjadi kota perdagangan, industri, dan bisnis yang sangat penting di Indonesia. Pada zaman dahulu, Kota Medan dikenal dengan nama Tanah Deli karena keadaan tanahnya berawa-rawa kurang kebih seluas 4000 Hektar.

Dari Kata Tamin

Asal-usul nama Kota Medan sendiri berasal dari kata Tamil Maidhan atau Maidhanam yang berarti tanah lapang atau tempat yang luas, yang kemudian teradopsi ke bahasa Melayu. Dilansir dari laman resmi Dinas Pariwisata Kota Medan, dalam bahasa Melayu arti kata Medan berarti tempat luas untuk berkumpul. Sejak zaman dahulu, Kota Medan memang mejadi tempat bertemunya penduduk dari berbagai tempat, seperti Hamparan Perak, Suka Piring, dan daerah lain utuk berdagang.

Dalam riwayat Hamparan Perak yang dokumen aslinya ditulis dalam huruf Karo, tercatat bahwa seorang tokoh Karo, Guru Patimpus, merupakan orang yang pertama kali membuka ‘desa’ yang diberi nama Medan. Guru Patimpus Sembiring Pelawi kemudian pada tahun 1590 dipandang sebagai pembuka sebuah kampung yang bernama Medan Puteri.

Pada awal perkembangannya, Medan merupakan sebuah perkampungan kecil yang dinamakan ‘Medan Putri’ yang terletak di pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura, tidak jauh dari jalan putri hijau yang sekarang. Kedua sungai tersebut dahulu kala merupakan jalur lalu lintas yang ramai dan inilah cikal bakal Kota Medan cepat berkembang menjadi pelabuhan transit yang penting. Menurut Mohammad Said (1997), asal-usul kata Medan diambil dari kampung Medan Putri ini.

Baca Juga : Adat yang Unik dan Terkenal di Lampung

Karenanya, hari jadi Kota Medan ditetapkan berdasarkan perkiraan tanggal 1 Juli 1590 dan diusulkan ke Wali Kota Medan untuk dijadikan sebagai hari jadi Kota Medan. Dahulu orang menamakan Tanah Deli mulai dari sungai ular (Deli Serdang) sampai ke Sungai Wampu Langkat. Sedangkan kesultanan Deli yang berkuasa pada masa itu wilayah kekuasaannya tidak mencakup daerah di antara kedua sungai tersebut.

Menurut Volker, pada tahun 1860 Medan masih dipenuhi hutan rimba, terutama di muara-muara sungai dan diselingi permukiman penduduk yang berasal dari Karo dan Semenanjung Malaya. Dilansir laman resmi Pemerintah Kota Medan, pada tahun 1863 orang-orang Belanda mulai membuka kebun tembakau di Deli yang membuat perekonomian dan Medan menjadi kota pusat pemeritahan di Sumatera Utara.

Medan adalah kota pertama di Indonesia yang mengintegrasikan bandara dengan kereta api. Menurut Bappenas, Medan adalah kota multietnis karena penduduknya terdiri dari orang-orang dengan latar budaya dan agama yang berbeda.

Julukan Kota Medan beserta Asal Usul dan Sejarahnya

Julukan kota Medan diberikan karena berbagai alasan. Dikutip dari buku Learn Indonesian Level 5 Advanced, Medan merupakan ibu kota Provinsi Sumatra Utara yang merupakan kota terbesar nomor tiga di Indonesia. Kota Medan mempunyai berbagai ciri khas dan hal menarik yang membuatnya mendapat berbagai julukan. Lantas, apa saja julukan tersebut? Medan menjadi salah satu kota di Indonesia yang mendapat beberapa julukan karena berbagai alasan. Beberapa julukan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kota Perdagangan

Kota Medan terbukti sebagai pusat perdagangan sejak abad ke-11. Bukti tersebut, mulai dari koin Cola, koin Sinhala, dan koin China dari beraneka dinasti, tersimpan di Museum Situs Cotta Cinna, Marelan. Selain koin, ada juga berbagai bukti lainnya bahwa Medan adalah kota yang digunakan untuk melakukan transaksi perdaganngan. Bukti tersebut, antara lain ratusan ribu tembikar, keramik, dan manik dari India dan negara lainnya.

2. Kota Ketua

Julukan pertama yang disematkan pada Kota Medan adalah Kota Ketua. Julukan ini diberikan karena kata sapaan yang diberikan pada setiap orang di Medan. Siapa pun orang tersebut, masyarakat Medan pasti memanggil mereka dengan julukan ketua. Inilah alasan mengapa Medan kerap dijuluki Kota Ketua.

3. Kota Melayu Deli

Dahulu, di Medan terdapat Kesultanan Deli yang memegang kekuasaan sampai Perang Dunia II berakhir. Sebenarnya, Kesultanan Deli masih berdiri hingga saat ini, namun tidak lagi berkuasa seperti dahulu. Adanya Kesultanan Deli membuat Medan mempunyai nilai historis yang sangat kuat. Inilah alasan mengapa Medan mendapat sebutan sebagai Kota Melayu Deli.

4. Paris Van Sumatra

Medan pernah dijuluki sebagai Paris Van Sumatra sebelum Perang Dunia II terjadi karena menjadi pusat perkebunan yang begitu maju dan terkenal dengan keberanian, kerja keras, dan semangatnya. Di abad ke-19, Paris Van Sumatra menjadi bentuk kompetisi antara Belanda dan Inggris karena Inggris telah membangun Pulau Pinang. Belanda yang tidak mau kalah pun menjadikan Medan sebagai kota koloni. Nah, itu dia sekilas penjelasan mengenai julukan yang disematkan pada Kota Medan.(

You May Also Like

More From Author