Ini Ia Tujuan Literasi Tradisi dan Kewargaan yang Mesti Dikenal!

Apabila dulu definisi literasi cuma berpatokan terhadap kecakapan membaca dan menulis saja. Melainkan, saat ini istilah literasi telah mulai diaplikasikan dalam arti yang lebih luas lagi. Salah satu contohnya yakni literasi budaya dan kewargaan yang yakni bagian dari 6 (enam) aspek dimensi literasi dasar dalam kurikulum Merdeka.

Apabila dianalisa satu persatu, literasi budaya yakni kecakapan memahami sebuah pengetahuan dalam bersikap pada keragaman budaya Indonesia sebagai sebuah indentitas bangsa. Meski, literasi kewargaan yakni kecakapan dalam memahami hak dan keharusan, peran, serta tanggungjawab sebagai bagian dari warga negara Indonesia.

Tujuan Literasi Tradisi dan Kewargaan

Kemampuan dan pengetahuan berkaitan literasi budaya dan kewargaan sangatlah penting untuk menghadapi tantangan global di abad ke-21 ini.

Hal hal yang demikian, serasi dengan tujuan utama dari kecakapan literasi budaya dan kewargaan spaceman yakni berguna untuk menghadapi arus budaya global yang memliki potensi menghilangkan budaya lokal ataupun budaya nasional.

Selain itu, literasi budaya dan kewargaan berperan sebagai alat penghubung antar generasi, medium untuk memahami hak, keharusan, peran, dan tanggungjawab dalam menyokong perubahan serta pembangunan negara Indonesia yang lebih baik, dan tak lupa sebagai medium bahwa budaya Indonesia yakni sebuah identitas, sehingga agar tak mudah sirna.

Kesibukan Literasi Tradisi dan Kewargaan

Guna melatih dan mengimplementasikan tujuan literasi budaya dan kewargaan, perlu dilaksanakan beberapa kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan literasi budaya dan kewargaan. Kesibukan hal yang demikian dapat dilaksanakan di rumah, di dalam lingkungan sekolah, atau di masyarakat.

Kesibukan literasi budaya dan kewargaan yang dapat dilaksanakan di rumah contohnya yakni melibatkan si kecil dalam proses pembuatan Kartu Keluarga (KK), orang tua dapat berlangganan koran lokal ataupun koran nasional kemudian membiaskan si kecil untuk membaca info bersama, meningkatkan interaksi antara si kecil dengan member keluarga lain yang lebih tua dengan sopan santun khas orang Indonesia, dan lain-lain.

Meski, kegiatan literasi budaya di lingkungan yang dapat dilaksanakan di sekolah yakni dengan mengajak siswa mencontoh pembelajaran ekstrakulikuler yang memiliki keterkaitan dengan kesenian dan kebudayaan, mengajak siswa untuk mengunjungi museum, mencontoh festival budaya atau mengadakan pagelaran seni, dan lain sebagainya.

Sementara itu, kegiatan literasi budaya dan kewargaan yang dapat dilaksanakan di masyarakat yakni dengan mengenalkan dan membiasakan budaya mengobrol mengaplikasikan bahasa daerah masing-masing (seperti Jawa, Sunda, Madura, Dayak, Minang, Batak dan lainnya), mengunjungi daerah-daerah yang sekiranya memiliki skor budaya dan sejarah di lingkungan sekitar, menambah varian dan tipe buku bacaan, dan lain sebagainya. Salam Literasi!

You May Also Like

More From Author