Keunikan Adat Dan Adat Dari Masyarakat Di Negara Kamboja

Dalam sepanjang sejarah dari negara Kamboja, agama yaitu sumber utama yang menginspirasi kebudayaan pada negara itu.

Dimana hampir tiga milenium para masyarakat Kamboja telah memaksimalkan cara kebiasaan serta kepercayaan dari Kamboja dengan cara yang unik dari sinkretisisme kepercayaan animistik absah dan agama Buddha serta Hindu di India. Berikut penjelasan mengenai kebiasaan dari masyarakat Kamboja.

Bagi beberapa banyak orang suatu kelahiran si kecil yaitu sebuah momen kebahagiaan untuk keluarga, berbeda dengan kepercayaan tradisional di Kamboja yang menganggap seandainya kelahiran akan membikin keluarga lebih-lebih sang ibu serta anaknya akan terpapar suatu bahaya dari dunia roh.

Didalam kepercayaan masyarakat bonus new member Khmer tradisional, wanita yang sedang hamil harus menghormati beberapa pantangan dari makanan dan sebuah kondisi tertentu, dan kebiasaan ini masih diyakini oleh penduduk perdesaan Kamboja melainkan melemah untuk wilayah Kota.

Walaupun untuk kematian di Kamboja, tak dipandang dengan sebuah kesedihan yang luar lazim di masyarakat, melainkan sebagai akhir dari suatu kehidupan dan permulaan untuk kehidupan lain yang dihadapkan akan lebih baik.

Pasangan serta si kecil-si kecil yang berduka cita akan mencukur rambut mereka dan menerapkan pakain berwarna putih, lalu peninggalan dari mendiang seperti gigi maupun potongan tulang akan dihargai oleh para penyintas dan kadang dikenakan pada rantai emas sebagai suatu jimat.

Dalam urusan memilih pasangan di Kamboja juga dapat dikatan sungguh-sungguh rumit, dimana opsi seorang pasangan yaitu hal yang suli bagi seorang lelaki muda akan melibatkan bukan hanya orang tua dan para teman serta perempuan muda, juga lazimnya melibatkan sosok haora atau seorang peramal Khmer yang mempunyai pengalaman dalam astrologi India.

Biasanya untuk pria sendiri akan menikah pada umur sembilan belas dan dua puluh lima tahun, meski untuk perempuan dikisaran umur enam belas dan dua puluh dua tahun.

Setelah ada pasangan, malah lara orang tua akan menyelidiki asal-usulan dari sang calon seandainya berasal dari keluarga yang baik, malah pada daerah perdesaan sendiri ada sebuah bentuk pelayanan pengantin yaitu sang pemuda dapat bernazar untuk mengabdi pada caalon mertua selama dalam beberapa waktu.

You May Also Like

More From Author