Menarik, Ini Tradisi Unik Budaya Masyarakat Banten

Estimated read time 6 min read

Untuk menekan angka penyebaran Covid-19, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terus diperpanjang. Kegiatan seperti bekerja, belajar, dan beribadah diimbau Pemerintah agar tetap kita lakukan dari rumah. Tak perlu khawatir, meski #DiRumahAja, banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengusir kejenuhan. Salah satunya dengan kembali mempelajari budaya yang hanya ada DiIndonesiaAja. Selain itu, kegiatan ini juga bisa menjadi inspirasi sebagai agenda wisata setelah masa pandemi usai.

Tradisi budaya di setiap daerah selalu memiliki daya tarik tersendiri. Akan tetapi, perlu diingat, berbagai tradisi yang ada DiIndonesiaAja dilaksanakan sebelum pandemi terjadi. Karena saat pandemi, berbagai kegiatan terkait perayaan tradisi harus ditunda terlebih dahulu, guna menghindari penyebaran virus Covid-19.

Tak terkecuali tradisi budaya yang ada di ujung barat Pulau Jawa, Banten. Provinsi dengan Ibu Kota Serang ini memiliki tradisi yang unik, mulai dari atraksi budaya seperti debus, ngariung, ngeropok, hingga kegiatan ziarah ke makam raja-raja ataupun tokoh penyebar ajaran Islam di wilayah ini. Walau saat ini belum bisa melihatnya secara langsung, simak yuk potret tradisi unik di Banten, berikut ini.

1. Debus

Debus merupakan kesenian kuno dengan dasar bela diri khas Banten. Kesenian yang dapat berupa tarian dan atraksi kekebalan tubuh ini kerap menarik perhatian para penontonnya. Pasalnya, debus merupakan perpaduan dari keterampilan dan kekuatan batin. Para pemain atraksi debus ini disebut dengan jawara.

Atraksi kesenian yang hanya ada #DiIndonesiaAja ini biasanya menunjukkan bagaimana para jawara tidak kesakitan saat menusukkan paku pada lidah atau menggoreskan golok pada tangan dan bagian tubuh lainnya. Meski terkesan mengerikan, pertunjukan yang diiringi dengan alat musik tradisional ini terlihat begitu spektakuler. Penampilan debus biasanya hadir saat pembukaan acara resmi kesenian dan merupakan atraksi yang kerap dipertunjukkan dalam kegiatan pariwisata.

2. Ngariung

Ngariung menjadi salah satu tradisi warga Banten yang kerap berlangsung. Tradisi ini berisikan kegiatan untuk memanjatkan doa, shalawat, dan mengaji ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bersama-sama sebagai ucapan rasa syukur. Tidak hanya itu, para tamu yang hadir akan mendapatkan berkat yang berisikan makanan khas Banten. Di antaranya adalah rabeg, pindang bandeng, sambal kentang, dan sambal buroq (sambal kulit melinjo). Tidak hanya makanan pokok, biasanya ada juga kue seperti bolu, agar-agar, jojorong, dan lain sebagainya.

Ngariung biasanya digelar oleh masyarakat Banten untuk memperingati momen-momen spesial, seperti hari kemerdekaan, kelahiran bayi, akikah, dan acara syukuran lainnya. Ngariung dapat diselenggarakan di rumah warga setempat atau di masjid yang diikuti para pria dewasa, remaja, dan anak laki-laki. Sementara, kaum ibu dan remaja putri biasanya sibuk menyiapkan segala keperluan untuk dihidangkan maupun dibawa pulang sebagai berkat. Uniknya lagi, semua kegiatan ini dilakukan secara gotong-royong. Seru ya!

3. Ngeropok

Tradisi unik lainnya yang ada di Banten ialah saat memperingati Maulid Nabi. Dalam peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW ini warga Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Madya Cilegon membuat hantaran atau parcel berukuran besar yang disebut panjang mulud. Masing-masing warga membuat kreasi panjang mulud semenarik mungkin untuk kemudian diarak dalam sebuah pawai yang puncaknya dibagikan kepada warga masyarakat sekitar atau disebut ngeropok. Uniknya, setiap desa memiliki jadwal tersendiri untuk meminimalisir kesamaan tanggal dengan desa lainnya.

Walau dengan tanggal yang berbeda, namun perayaan dilaksanakan masih berdekatan dengan hari Maulid Nabi. Dalam tradisi ini, setiap rumah akan membuat panjang mulud yang berisi telur hias dan bahan sembako atau keperluan sandang lainnya. Panjang mulud dengan beragam bentuk ini kemudian dikumpulkan di masjid yang dilanjutkan dengan acara ngariung. Setelah itu, warga sekitar dan tamu dari desa lainnya melakukan ngeropok untuk berebut mengambil isi dari panjang mulud. Keseruan tradisi ini terasa saat menghias panjang mulud dan mengikuti kegiatan ngeropok.

4. Ziarah

Selain berbagai tradisi unik yang telah disebutkan sebelumnya, Banten juga dikenal memiliki tradisi unik lainnya berupa ziarah ke makam raja dan syekh penyebar ajaran agama Islam. Berjalan seiring waktu, tradisi ini mampu membangkitkan geliat ekonomi masyarakat lokal dengan berjualan berbagai macam kebutuhan bagi para peziarah. Di antaranya seperti makanan ringan hingga makanan khas Banten, baju Muslim, serta kebutuhan lainnya.

Karena hal tersebut, menjadikan Banten sebagai salah satu destinasi wisata ziarah #DiIndonesiaAja. Selain memanjatkan doa untuk para raja dan syekh, Anda juga bisa belajar mengenai sejarah penyebaran agama Islam dan Kesultanan Banten. Saat sebelum pandemi, wisata ziarah yang hanya ada #DiIndonesiaAja ini dibuka setiap hari, namun umumnya warga Banten memiliki tradisi berziarah pada Kamis malam atau malam Jumat.

Wisata ziarah ini terdapat di Kawasan Banten Lama, tepatnya di Masjid Agung Banten yang merupakan makam dari Sultan Maulana Hasanudin dan istri, Sultan Ageng Tirtayasa, Pangeran Ratu, Sultan Maulana Muhammad, dan Sultan Zainul Abidin. Tak hanya di Kawasan Banten Lama, wisata ziarah ini juga berada di Gunung Santri, Bojonegara yang merupakan makam dari Syekh Muhammad Sholeh, lalu di Desa Caringin yang terdapat makam Syekh Muhammad Asnawi, dan makam Syekh Maulana Masyuruddin atau dikenal dengan nama Sultan Haji yang berlokasi di Cikadueun, Pandeglang.

Baca Juga : Asal-usul Nama Medan, Berasal dari Tanah Lapang yang Luas

Sebagai masyarakat yang baik, sudah sepatutnya kita mengetahui kekayaan tradisi dan budaya #DiIndonesiaAja. Nah itulah tradisi unik di Banten yang bisa Anda telusuri dan pelajari selama #DiRumahAja. Menarik ya! Agar liburan virtual lebih lengkap dan semakin seru, Anda dapat #BeliKreatifLokal khas Banten, seperti sate bandeng, batik Banten, madu asli dari Baduy dan kreasi khas para pelaku ekonomi kreatif lokal lainnnya.

Anda juga dapat dengan mudah menemukan produk khas Baduy yang saat ini sedang viral. Apa itu? Produk tersebut adalah baju adat khas Suku Baduy yang dikenakan Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato kenegaraan pada acara Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD tanggal 16 Agustus lalu.

Baju khas Suku Baduy terdiri dari tas jaro, baju beserta celananya, dan ikat kepala kain bermotif batik Baduy. Jika Anda tertarik, jangan ragu untuk #BeliKreatifLokal secara online baju khas Suku Baduy tersebut melalui e-commerce kesayangan Anda. Dengan begitu, Anda telah mendukung dan membantu UMKM agar #IndonesiaTangguhIndonesiaTumbuh meski berada di tengah pandemi.

Meski belum bisa menjelajah Indonesia, Anda tetap harus taat protokol kesehatan 6M. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, membatasi mobilitas, menghindari kerumunan, dan menghindari makan bersama. Jangan lupa untuk mengikuti vaksinasi guna membentuk kekebalan tubuh melawan virus Covid-19.

Seperti yang selalu ditekankan oleh Menparekraf Sandiaga Uno, untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Hal ini dikarenakan penerapan protokol kesehatan sangat penting untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sandiaga pun mengapresiasi para pelaku pariwisata dan eknomi kreatif yang telah menaati protokol kesehatan secara ketat. “Penerapan protokol kesehatan ini bagian penting untuk memulihkan sektor ekonomi wisata di kala pandemi Covid-19. Dengan tidak abai protokol kesehatan, maka geliat wisata dan ekonomi kreatif juga bakal terus berjalan,” ucapnya.

You May Also Like

More From Author