Mengenal Sejarah dan Budaya Ibu Kota Malaysia, Kuala Lumpur

Estimated read time 3 min read

Kuala Lumpur merupakan ibu kota dari negara Malaysia, dan merupakan kota terbesar yang tersedia di negara itu

Nama lengkap dari Kuala Lumpur sendiri adalah Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, yang meliputi wilayah seluas 244 kilometer persegi dan penduduknya yabg berjumlah 1,6 juta jiwa ditahun 2010. Pada wilayah metropolitan Kuala Lumpur yang dikenal bersama Lembah Klang punya jumlah penduduk lebih kurang 5,7 juta jiwa.

Membahas sejarah modern dari Kuala Lumpur sendiri bermula dari th. 1850-an, dimana saat Raja Abdullah membayar seorang buruh dari China untuk terhubung tambang timah bersama yang lebih baru dan besar. Mereka kemudian tiba di muara yang tersedia di Sungai Gombak dan Sungai Klang peranan mempunyai tujuan terhubung tambang di Ampang.

Tambang-tambang selanjutnya kemudian berkembang jadi sebuah kawasan perdagangan dan tambah diterima jadi kota perbatasan, banyak masalah yang dihadapi Kuala Lumpur, seperti terjadinya Perang Saudara Selangor, menyebarnya wabah penyakit, kebakaran, dan juga banjir.

Pada akhir abad ke-19, Mohamed Taib bin Haji Abdul Samad yaitu seorang saudagar Melayu yang berasal dari Minangkabau, ia terhubung sebuah kawasan Chow Kit dan juga Kampung Bahru yang digunakan untuk pemukiman penduduk Melayu. Ditahun 1880, ibu kota Selangor berganti dari Klang ke Kota Kuala Lumpur yang jauh lebih strategis, dan saat terjadi kebakaran dan banjir ditahun 1881 yang menghancurkan segala bangunan di Kuala Lumpur dikarenakan perihal itu Residen Inggris yang tersedia di Selangor yaitu Frank Swettenham mewajibkan untuk seluruh bangunan harus dibangun bersama batu bata dan ubin saja.

Bangunan-bangunan yang baru juga dibentuk menyerupai tempat tinggal pada toko China Selatan bersama punya ciri-ciri kaki lima. Transportasi ke kota selanjutnya juga lebih gampang bersama terdapatnya pembangunan jalur kereta api, pembangunan di Kuala Lumpur juga tambah pesat di th. 1890-an, sehingga didirikan Lembaga Kebersihan atau Sanitary Board. Dan pada th. 1896 Kuala Lumpur dipilih jadi Ibu Kota dari Negeri-Negeri Melayu Bersekutu yang baru.

Banyak komunitas yang tinggal menetap di Kuala Lumpur, para kaum China pilih menetap pada lebih kurang wilayah perdagangan Medan Pasar yang tersedia disebelah timur Sungai Klang. Sedangkan para orang Melayu, Chettiar, dan Muslim India menetap di selama Java Street atau kini dikenal bersama Jalan Tun Perak.

Saat jaman Perang Dunia II, Kuala Lumpur di bawah kekuasaan tentara Jepang di mulai dari tanggal 11 Januari 1942 sampai 15 Oktober 1945. Di th. 1957, Federasi Malaysia pada akhirnya sukses mencapai kemerdekaan dari Britania Raya serta Kuala Lumpur dijadikan sebagai ibu kota Malaysia. Kuala Lumpur juga jadi saksi dari kerusuhan yang terjadi oleh beberapa etnis yaitu pada orang Melayu dan orang China pada 13 Mei 1969.

BACA JUGA:

MENGENAL KEBUDAYAAN INTERNASIONAL

5 Warisan Budaya Indonesia Yang Mendunia

Kerusuhan terjadi dikarenakan ketidakpuasan para penduduk Melayu pada kondisi sosio-politik pada jaman itu, kerusuhan yang terjadi juga menewaskan lebih kurang 196 jiwa dan juga mengakibatkan kebijakan ekonomi dari negara. Kuala Lumpur sendiri meraih standing sebagai kota ditahun 1972, juga menjadikan kota itu sebagai pemukiman yang pertama di negara Malaysia, standing yang sudah ia dapatkan sejak kemerdekaan. Tahun 1998 terjadi sebuah gerakan politik yang dikenal bersama Reformasi dikota tersebut, gerakan selanjutnya disebabkan oleh pemecatan dari Wakil Perdana Menteri Malaysia, yaitu Anwar Ibrahim. Pendukung Anwar pada saat itu turun ke jalur dan berharap sebuah reformasi pada pemerintah.

Lalu Putrajaya dinyatakan jadi Wilayah Persekutuan dan pusat dari pemerintahan Malaysia ditanggal 1 Februari 2001, fungsi-fungsi dari eksekutif dan yudikatif berganti dari Kuala Lumpur ke Putrajaya tetapi untuk Parlemen Malaysia dan juga kediaman resmi Yang di-Pertuan Agong tetap berada di Kuala Lumpur. Kuala Kumpur sendiri merupakan tempat berdirinya Parlemen Malaysia yang terdiri atas Dewan Rakyat dan Dewan Negara, di dalam penggunaan bahasa sendiri Bahasa Melayu dijadikan bahasa nasional yang juga jadi bahasa utama di Kuala Lumpur.

You May Also Like

More From Author