Pemerintah Serius Dalam Memajukan Kebudayaan Indonesia

Estimated read time 3 min read

Pemerintah sungguh-sungguh didalam melestarikan, mengembangkan, dan memajukan kebudayaan

Komitmen itu diwujudkan dengan penyediaan Dana Abadi Kebudayaan di setiap Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN). Tak tidak cukup lebih kurang 2 Triliun Rupiah disiapkan untuk dana abadi kebudayaan dialokasikan berasal dari APBN.

“Selama ini anggaran kebudayaan cuma disisipkan lewat anggaran pendidikan, tetapi sekarang udah dialokasikan dana abadi kebudayaan lewat anggaran pendidikan yang setiap tahunnya lebih kurang Rp.2 triliun berasal dari APBN,” mengetahui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy sementara memberikan pidato pembuka kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah Kepulauan Riau Tahun 2023, di Laman Taman Gurindam, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, terhadap Kamis malam (22/9/2023).

Lebih lanjut, Muhadjir menjelaskan, sementara ini posisi dana abadi kebudayaan udah mencapai Rp.20 triliun. Dia menjelaskan, anggaran dana abadi kebudayaan itu memang tidak untuk digunakan secara umum, tetapi jikalau pengelolaannya udah mendapatkan manfaat, maka bisa dikembangkan untuk kebudayaan, termasuk kegiatan-kegiatan budaya di daerah.

Menko Muhadjir memberikan bahwa upaya dan keseriusan pemerintah merupakan implementasi Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 perihal Pemajuan Kebudayaan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2016-2019 ini termasuk menyebut pelaksanaan Pekan Kebudayaan Daerah Kepulauan Riau yang udah teratur dijalankan merupakan cara konkret yang dijalankan oleh pemerintah provinsi Kepulauan Riau didalam melestarikan, mengembangkan, dan memajukan kebudayaan, dan wujud nyata didalam pelaksanaan amanat UU Pemajuan Kebudayaan.

“Saya mengapresiasi pelaksanaan pekan budaya ini. Kegiatan ini merupakan cara kita melestarikan, mengembangkan, memajukan kebudayaan dan sistem transformasi berasal dari generasi tua ke generasi muda berasal dari beragam macam puncak adiluhung kebudayaan di beragam daerah. Seperti di sini (Riau) adalah pusat Kebudayaan Melayu, ini penting kudu dilestarikan, dikembangkan, dimajukan,” tegas Menko PMK.

Kebudayaan Melayu yang menjadi budaya dominan di Kepulauan Riau merupakan keliru satu budaya tertua di Indonesia. Budaya Melayu punyai kekhasan dan keanekaragamannya berasal dari segi suku, kesenian, tradisi istiadat, dan termasuk turunannya. Keberadaan budaya Melayu tersebar di Indonesia dan termasuk di Semenanjung Malaka. Sebagai kebudayaan tertua di Indonesia, maka pelestariaan, pemajuan, dan pengembangan kebudayaan kudu dilakukan.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyampaikan, pelaksanaan Pekan Kebudayaan Daerah Kepulauan Riau Tahun 2023 adalah ajang untuk memperkenalkan secara luas kekayaan budaya yang dimiliki area setempat. Pelaksanaan pekan budaya merupakan usaha untuk memperkenalkan terhadap masyarakat perihal keanekaragaman budaya yang ada di Kepri, sekaligus melestarikan, dan mengembangkan budaya kepada generasi muda. Menurutnya, untuk melestarikan budaya, maka generasi muda termasuk kudu dilibatkan dan dikemas mengatur mereka.

“Harapan kita ke depan, generasi emas kita (Riau) tidak hilang identitas budayanya. Oleh dikarenakan itu kita bakal dukung program-program ini dan melibatkan mereka semuanya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, ada perwakilan Bupati dan Walikota se-Provinsi Kepulauan Riau; Forkompimda Provinsi Kepulauan Riau; Tokoh Lembaga dan Organisasi di Provinsi Kepulauan Riau; Para Pelaku Budaya dan Tokoh Adat di Provinsi Kepulauan Riau.

Sebagai informasi, Kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah Kepulauan Riau Tahun 2023 digelar terhadap tanggal 21-23 September 2023 didalam rangka menyemarakkan HUT ke-21 Provinsi Kepri tanggal 24 September 2023. Dalam pergelaran pekan kebudayaan dipertunjukkan beragam kesenian berasal dari seluruh Kabupaten dan Kota di Kepulauan Riau. Antusiasme masyarakat Kota Tanjung Pinang semarak mencukupi Laman Taman Gurindam.

BACA JUGA : Sejarah Singkat Kemerdekaan Republik Indonesia

Selama tiga hari pergelaran pekan kebudayaan, ke depannya ada empat acara utama yang bisa dinikmati masyarakat, yakni pagelaran seni pertunjukan, pameran budaya, lokakarya/workshop dan lomba melukis, dan persaingan permainan dan olahraga tradisional.

Beberapa seni pertunjukan yang bakal ditampilkan adalah Teater Mendu, Teater Bangsawan, Silat Tradisi, Zapin Laba-laba Natuna, dan Gazal. Selain itu, acara ini termasuk melibatkan tiga museum di Provinsi Kepri untuk pameran budaya. Ketiga mesum tersebut, adalah Museum Sultan Sulaiman Baddrul Alamsyah, Museum Linggam Cahaya, dan Museum Bahari Bintan.

You May Also Like

More From Author