Sejarah Singkat Kemerdekaan Republik Indonesia

Estimated read time 4 min read

Sejarah Singkat Kemerdekaan Indonesia

Sejarah Singkat Kemerdekaan Indonesia dimulai pada awal Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, setelah di awalnya berada di bawah penjajahan Belanda dan Jepang. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan langsung oleh Soekarno dengan didampingi Mohammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta Pusat. Tercapainya kemerdekaan Indonesia tentu menoreh momen bersejarah yang memadai panjang. Saat ini, tiap tiap tanggal 17 Agustus, masyarakat tanah air senantiasa memperingati hari proklamasi.

Tanggal berikut merupakan titik balik dari peristiwa kemerdekaan Indonesia yang memadai panjang, dimana di awalnya masyarakat tanah air sempat dijajah selama bertahun tahun. Sebelum proklamasi terjadi, terdapat banyak momen penting yang melatarbelakanginya. Pada Bulan Agustus ini, Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-78. Artinya, telah 78 tahun Indonesia merdeka.

Kemerdekaan Indonesia sendiri tak datang tiba-tiba. Kemerdekaan didapat dari perjuangan dan pengorbanan para pahlawan melawan penjajah. Makna dan arti kemerdekaan tentu terlampau besar bagi masyarakat Indonesia. Berbagai momen penting melatarbelakangi kemerdekaan Indonesia. Dimulai dari Peristiwa Rengasdengklok sampai pembacaan teks proklamasi.

Jepang kalah dari Sekutu

Sebelum Indonesia berhasil raih kemerdekaan, ada perisitwa penting khususnya dulu, yakni kalahnya Jepang dari Sekutu. Pada 6 Agustus 1945, Kota Hiroshima, Jepang, luluh lantak akibat bom atom yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat. Tiga hari berselang, tepatnya pada 9 Agustus 1945, Amerika Serikat lagi menjatuhkan serangan bom atom di Kota Nagasaki, Jepang. Hanya dalam kala singkat, ke-2 bom atom ini berhasil menewaskan ratusan ribu orang di Hirosima dan Nagasaki. Akibatnya, Jepang yang telah kalah telak terpaksa menyerah kepada Sekutu, yang sekaligus menjadi penanda berakhirnya Perang Dunia II. Jepang pun berusaha agar berita kekalahan mereka tidak terdengar oleh rakyat Indonesia. Akan tetapi, pada akhirnya, para golongan muda memahami berita kekalahan Jepang. Mereka langsung mendesak Soekarno dan Hatta agar memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Pro Kontra Proklamasi pada Peristiwa Rengasdengklok

Sejarah kemerdekaan Indonesia terhitung mengalami pro kontra menjelang pembacaan proklamasi tersebut. Pro kontra ini berjalan antara golongan muda dan golongan tua. Dimana golongan tua merupakan para anggota PPKI seperti Soekarno dan Hatta. Sementara golongan muda diwakili para anggota PETA dan para mahasiswa. Pro kontra ini berjalan gara-gara golongan muda berpikiran bahwa golongan tua terlampau konservatif, gara-gara mereka menghendaki pembacaan proklamasi harus lewat PPKI dan sesuai dengan prosedur yang telah dijanjikan oleh Jepang yakni pada tanggal 24 Agustus 1945. Di segi lain golongan muda menolak kecuali proklamasi harus dijalankan lewat PPKI.

Pasalnya golongan muda berpikiran bahwa PPKI merupakan bentukan Jepang, dan mereka mendambakan kemerdekaan dengan kekuatan sendiri. Sutan Syahrir yang terhitung dalam golongan muda merupakan tokoh pertama yang mendesak Soekarno-Hatta untuk langsung melaksanakan proklamasi. Selanjutnya rapat resmi dilangsungkan di Pegangsaan Timur Jakarta pada 15 Agustus 1945. Yang dihadiri oleh Djohar Nur, Subianto, Armansyah, Chairul Saleh, Kusnandar, Wikana, Margono, dan Subadio.

Hasil rapat yang dipimpin oleh Chairul Saleh berikut memutuskan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak harus menggantungkan pada pihak lain, dan merupakan hak rakyat. Meski ketetapan rapat yang menjadi anggota peristiwa kemerdekaan Indonesia itu telah disampaikan kepada Soekarno-Hatta, mereka senantiasa bersikeras dengan pendiriannya yakni proklamasi harus dilangsungkan lewat PPKI.

Sehingga pada kelanjutannya golongan muda membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok, tidak benar satu area di Kabupaten Karawang. Pilihan membawa Soekarno-Hatta ke luar Jakarta adalah untuk menghindari mereka dari efek Jepang. Pengamanan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok dibantu dengan perlengkapan tentara PETA. Rengasdengklok sendiri dipilih gara-gara letaknya strategis dan terpencil, agar tentara PETA dapat mengawasi tiap tiap langkah tentara Jepang.

Perumusan teks proklamasi kemerdekaan

Dengan adanya momen Rengasdengklok, kelanjutannya Soekarno dan Hatta tergerak untuk langsung memproklamasikan kemerdekaan. Rapat perumusan teks proklamasi pun digelar di rumah Laksamana Tadashi Maeda pada tanggal yang sama, dihadiri oleh sebagian anggota golongan muda. Di sana, rumusan teks proklamasi ditulis oleh Soekarno dan diketik oleh Sayuti Melik dengan sebagian perubahan.

BACA JUGA: Mengenal Sejarah dan Budaya Ibu Kota Malaysia, Kuala Lumpur

Pembacaan teks proklamasi

Usai teks proklamasi selesai ditulis, terjadilah hari paling bersejarah bagi bangsa Indonesia. Kemerdekaan Indonesia ditandai dengan pembacaan teks proklamasi oleh Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945. Pembacaan berikut dihadiri oleh para tokoh pergerakan kemerdekaan dan semua rakyat Indonesia yang mendambakan lihat buah hasil dari perjuangan para pahlawan dan tokoh penting yang membawa mereka ke kemerdekaan. Upacara pembacaan teks proklamasi berikut berjalan dengan lancar bertempat di kediaman Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Beberapa acara telah disusun dalam hari kemerdekaan Indonesia, seperti pengibaran bendera Merah Putih, dan sambutan oleh walikota pada kala itu, yakni Suwiryo dan Muwardi.

You May Also Like

More From Author