Status Jamu sebagai Warisan Budaya Dunia Harus Berdampak

Estimated read time 3 min read

Penetapan budaya kesehatan jamu sebagai warisan budaya takbenda dunia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau UNESCO pada 6 Desember 2023 diperkirakan akan berdampak pada semua sektor. Upaya pengembangan metode pengobatan herbal akan terus dilakukan agar budaya sehat ini dapat terus menjadikan Indonesia sehat.

Putri Kus Wisnu Wardani, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, mengatakan upaya perlindungan obat herbal telah dilakukan pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 54 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Pemanfaatan Obat Herbal yang diterbitkan pada September 2023.

Berdasarkan hal tersebut, hukum presiden ini, kelas menengah. dan pemerintah daerah, meskipun berganti pemerintahan, tetap wajib melakukan segala upaya untuk menyelamatkan obat-obatan herbal. Dia mencontohkan, pemerintah bisa mengambil langkah besar untuk mendorong dan menjaga pembaharuan para produsen tanaman.

Selain itu, jamu juga dapat digunakan sebagai alat diplomasi untuk memperkenalkan jamu kepada dunia atau meminta agar jamu tersedia di setiap daerah, mendidik anak-anak di sekolah kesehatan tradisional jamu dan mengadakan festival pengobatan nasional. Setiap hari tanggal 27 Mei mempunyai arti yang berbeda-beda. “Sudah ada Perpres, makanya harus dilakukan di pusat dan daerah. Ada juga undang-undang kesehatan yang masuk dalam pengobatan tradisional.

mereka kesehatan yang layak. peduli,” kata Putri saat jumpa pers di Kedai Jamu Selamatki, Mall Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (12/12/2023). Ia berharap budaya kesehatan dengan menggunakan jamu atau cara lainnya dapat mengakar di masyarakat Indonesia. Faktanya, paparan alkohol di Indonesia menjadi perhatian serius. Dengan besarnya kepedulian generasi milenial dan generasi Z terhadap kesehatan dan lingkungan, diharapkan kehidupan masyarakat Indonesia menjadi lebih baik, khususnya melalui pengobatan herbal.

Data Center for Strategic Development Initiatives of Indonesia (CISDI) menunjukkan bahwa slot server thailand no 1 dalam dua dekade terakhir, konsumsi minuman beraroma di Indonesia meningkat signifikan, dari 51 juta liter pada tahun 1996 menjadi 780 juta liter pada tahun 2015. Hasilnya, Indonesia menduduki peringkat ketiga dalam konsumsi minuman manis di Asia Tenggara pada tahun 2020.

Mengapa tidak menjadikan jamu menjadi minuman sehat, seperti kopi atau teh? Pendiri proyek pengajuan jamu ke UNESCO, Jaya Suprana menegaskan, jamu bukan sekadar produk olahan, melainkan wujud peradaban manusia Indonesia. Tanaman obat yang diyakini sudah tumbuh di Indonesia sejak abad ke 8 Masehi ini, akan dikembangkan dan berhasil dikembangkan di Indonesia sendiri. “Nenek moyang kita menguji obat herbal melalui proses yang panjang dan sulit. Oleh karena itu, pengobatan herbal lebih dari sekedar budaya, atau bagian dari peradaban. “Jadi sekarang kiprah kita semakin meningkat, harus ada pembahasan tentang jamu ketika UNESCO bertekad membuat peta jalan jamu kita ke depan,” kata Jaya.

Ketua Gabungan Pengusaha Jamu (GP) Dwi Ranny Pertiwi Zarman mengatakan, seluruh pengusaha jamu sudah menerima predikat UNESCO ini. Mereka berupaya untuk terus memproduksi jamu dalam bentuk yang menyehatkan tanpa mengefektifkannya, sehingga mampu bersaing dengan minuman manis yang ada di pasaran.

“Industri jamu akan terus dikembangkan dan dilestarikan secara maksimal, karena sudah menjadi tugas kita semua untuk terus melestarikan perkembangan jamu yang sudah dilaporkan ke UNESCO,” kata Dwi.

You May Also Like

More From Author