Sejarah Dunia, Tokoh Ini Terbukti Pernah Terisolasi

Estimated read time 4 min read

Bahkan sebelum peristiwa awal 2020 ini, konsep karantina atau mengasingkan diri – tinggal di rumah dan menghindari orang, terutama orang banyak, untuk mengatur penyebaran penyakit hakekatnya sudah ada ratusan tahun yang lalu. Dalam sejarah, kota, negara, dan malahan segala kawasan pernah diisolasi (secara paksa, dalam banyak kasus) sampai wabah tertentu usai. Dan beberapa orang yang terkena karantina ini yaitu tokoh familiar. Siapa sajakah mereka?

Baca Juga : Ragam Budaya Indonesia Yang Terkenal Di Manca Negara

Baca Juga : Daftar Sejarah Dunia Yang Belum Diketahui Dan Masih Menjadi Misteri Sampai Sekarang

1. William Shakespeare menulis King Lear selama masa karantina

Inggris mengalami banyak kebangkitan wabah selama berabad-abad, termasuk satu wabah yang amat mematikan pada tahun 1606, dan di tahun ini juga, puncak popularitas penulis drama William Shakespeare sedang produktif-produktifnya.Epidemi ini membunuh dua atau tiga kali lipat, yang kesudahannya menutup segala teater di tahun 1606, berdasarkan The Guardian. Shakespeare masih cukup mujur karena lingkungannya di London beberapa besar tak tersentuh oleh wabah sampai akhir 1606, tapi kemungkinan dia sudah mengisolasi diri sejak teater kota ditutup.Para sejarawan berspekulasi bahwa di masa karantina, Shakespeare menulis King Lear, yang ditayangkan sebelum akhir 1606. King Lear, yaitu beberapa drama Shakespeare yang paling gelap, dan jadi amat mungkin dia menulisnya ketika wabah menyerang Inggris.

2. Isaac Newton menemukan kalkulus ketika masa karantina

Wabah Besar Inggris tahun 1665 yaitu salah satu wabah pes besar terakhir di negara itu setelah berabad-abad penyakit ini muncul dan menghilang. Pada titik ini, Inggris sudah amat akrab dengan wabah dan taktik untuk memberantasnya, salah satunya dengan mengaplikasikan jarak sosial.Sama seperti sekolah pada tahun 2020, perguruan tinggi bersejarah pada waktu itu mengakhiri tahun-tahun sekolah lebih cepat dan memulangkan siswa untuk menunggu penyebaran penyakit, berdasarkan Washington Post.Seorang siswa muda Trinity College di Cambridge bernama Isaac Newton, yang ketika itu berusia 20-an, semestinya pulang ke rumah keluarganya karena sekolahnya ditutup akibat wabah, di mana dia menghabiskan waktu satu tahun belajar sendirian. Meski demikian itu, Newton belajar secara mandiri dengan amat baik.Newton menulis makalah yang kesudahannya menjadi temuan kalkulus, bereksperimen dengan cahaya dan optik, dan juga memperhatikan sebuah apel jatuh dari pohon di halamannya, yang kesudahannya menjadi teorinya perihal gravitasi.Newton kembali ke sekolah pada tahun 1667 dan karier akademiknya melejit. Karantina rupanya membikin beberapa orang menjadi produktif.

3. Edvard Munch menjadikan lukisan di tengah wabah flu spanyol

Edvard Munch familiar karena melukis The Scream yang dianggap mengerikan dan surealis, tapi faktanya, Munch melukis banyak gambaran mengerikan untuk memperlihatkan perasaannya yang gelisa karena terisolasi.Setelah juga ada hubungannya dengan fakta bahwa, pada usia muda, ibu dan saudara perempuan Edvard meninggal karena TBC, berdasarkan Artists Network. Saudarinya yang lain juga didiagnosis menderita penyakit mental, itu yang membikin Munch merasa terisolasi dan kuatir.Munch memanglah seorang penyendiri. Banyak dari karya seninya berfokus pada penderitaan internalnya sendiri dan semacam rasa takut berada di sekitar orang lain. Pada tahun 1918, Flu Spanyol menjadi pandemi global pada ketika itu. Dan karantina yang diterapkan tak menjadi kendala sama sekali bagi Munch.Dalam masa wabah ini, Munch melukiskan Self-Portrait with the Spanish Flu. Yang menggambarkan dirinya sedang duduk sendirian dengan raut wajah yang nampak sedih. Secara itu, dia kembali melukis potret dirinya, Self-Portrait After the Spanish Flu, di mana dia nampak berpakaian baik dan dalam situasi yang jauh lebih baik.

4. Astronot Apollo 11 menjalani karantina

Salah satu pencapaian ilmiah  terbesar abad ke-20 yaitu ketika manusia cakap pergi ke bulan. Para astronot dikarantina selama tiga bulan sebelum diluncurkan ke sana dan dikarantina kembali sekitar dua pekan.Para ilmuwan NASA mengira akan ada kemungkinan kecil para astronot bisa membawa semacam wabah bulan, yang mungkin berbahaya di Bumi. Ia lagi, NASA minta mereka untuk mengenakan pakaian pelindung dan tetap memakainya sampai mereka bisa dibawa kembali ke markas besar NASA, di mana mereka diisolasi dan diperiksa, sampai spesialis medis yakin 100 persen bahwa mereka tak membawa sesuatu yang buruk bagi segala orang.5. Mary Mallon menghabiskan hidupnya dalam karantina

Mary Mallon beremigrasi dari Irlandia ke Kota New York sekitar tahun 1884. Tetapi berprofesi sebagai juru masak. Tetapi, Departemen Kesehatan Kota New York menyadari bahwa dia pembawa demam tifoid yang asimptomatik, dan menjangkiti orang-orang di sekitarnya, seperti yang diberitakan dari PBS. Mary keras kepala dan masih berprofesi sampai pejabat kota menangkapnya pada tahun 1907 untuk mencegah penyebaran penyakit. Mereka memberinya alternatif antara mengambil kantong empedunya (daerah bakteri tifus berada) lewat operasi, atau mengerjakan karantina paksa. Mary malahan memilih dikarantina dan diisolasi sampai tahun 1910, dengan syarat tak boleh berprofesi dalam bidang makanan lagi.

You May Also Like

More From Author